Gak ada yang pernah bilang.

Gak ada yang pernah bilang, kalau jadi ibu itu..

Saat kita paling membutuhkan Ibu kita sendiri.
Ironis memang. Saat pertama kali menjadi ibu, adalah saat dimana kamu paling membutuhkan ibumu.
Ibumu yang akan memandikan bayimu ketika untuk memegangnya pun kamu masih gemeteran, dan takut kamu akan menyakiti dia.
Kamu akan butuh ibumu untuk membantu menggendong anakmu saat kamu sudah terlalu capek.
Kamu butuh ibumu untuk menyuapimu ketika anakmu benar-benar tidak mau digendong siapapun kecuali kamu (ya, anak bayipun tau siapa yg sedang menggendong mereka).
Ibumu yang membantumu memakai korset dan stagen saat kamu baru melahirkan dan ingin badanmu kembali lagi seperti dulu.
Ibumu juga yang akan menenangkanmu dan bilang “Kamu juga waktu bayi suka gumoh kok, gapapa itu biasa” ketika kamu panik karena anakmu gumoh berlebihan.
Ibumu yang akan gantian menggantikan popok anakmu ketika kamu sudah sangat letih sampai tangisannya pun tidak membangunkanmu dari tidur.

Harus menyenangkan banyak orang.
Suami. Anak. Mertua. Pembantu / Pengasuh.
Yang terakhir ini tricky. Kita butuh mereka. Tapi pada prakteknya, mereka sekarang ini ga terlalu butuh kita banget. Jadi, gimana caranya jadi majikan yang baik, tapi yg gak bikin mereka jadi ngelunjak juga. Jadi, harus baik sama mereka karena mungkin mereka harus ngejagain anak kita juga. Tapi, gabole terlalu baik sampai mereka bisa menyadari kalau kita bener-bener membutuhkan mereka. Tricky. Dan satu lagi, jadi ibu berarti harus menajamkan insting keibuan untuk melihat apakah pengasuh ini akan aman kalau kita tinggalkan berdua dengan anak kita. Apakah pengasuh ini hanya baik di depan kita? This is our kids we’re talking about here. No room for error. (Walaupun pada prakteknya ya, belajar dari kesalahan juga sih. Hati orang siapa yg tau. Tsah!)
Mertua juga tricky. Tapi, kalau suamimu ada dibelakangmu, kamu aman *grin*
Anak. Ketika mereka udah mulai bisa berkomunikasi, gampang sekali untuk menyenangkan mereka. Atau, saat mereka sudah mulai mengenal cemilan (especially candy) — kadang bisa jadi escape plan. Pengen punya ‘me time’ sediakanlah permen. *YA! SAYA BUKAN IBU TELADAN*
Suami. Awal-awal setelah lahiran, suamimu akan menjadi orang yang menyebalkan. Karena kamu gendut setelah melahirkan, jadi kamu sbenernya malu, gak pede ketemu suamimu. Boro-boro mau buka baju untuk melayani, pake baju aja rasanya jelek sekali. Dan sesibuk apapun suamimu dikantor, tapi mereka seharian bertemu dengan orang-orang sebaya, berkomunikasi dengan cara manusia seutuhnya. BERBICARA. Bukan menangis bukan berteriak. Dan orang-orang yang mereka temui di tempat kerjanya itu tidak akan pup tiba-tiba dipangkuan mereka kan?? *napsuu* Intinya, kamu capek dan merasa jelek. Suamimu capek (dan mungkin merasa kamu tidak secantik dulu). Baik-baik deh obrolin maunya gimana biar ga berantem terus tiap hari.

Ketika anakmu tidur.
Tidur ketika anakmu tidur.
Mandi ketika anakmu tidur
Tidur ketika anakmu tidur (takut yang pertama kurang jelas)
Makan ketika anakmu tidur
Selonjoran, naikin kaki, ngulet yang lamaaa
Jangan kerja saat anakmu tidur. Istirahat.

Membuatmu merindukan banyak hal.
Rindu bisa duduk tenang nonton TV
Rindu berlama-lama di kamar mandi / toilet
Rindu bisa kemanapun kapanpun
Rindu membuat keputusan-keputusan egois
Rindu mengoleskan krim muka dan lotion dengan santai
Rindu memakai baju putih dan tidak ketumpahan / kena coretan
Rindu ke salon berlama-lama
Rindu berduaan sama suami
Rindu ML seru dan tanpa jeda (biasanya malem-malem dia akan terbangun pgn nenen, dan sepertinya dia selalu tau kapan waktu yg tepat utk bangun dan mengganggu kegiatan orangtuanya)

Ketinggalan konser.
Saya dan suami bukan pemburu konser. Kami pencinta konser yang biasa saja. Tapi, ada aja konser yang terlalu sayang untuk dilewatkan, yang akhirnya kami lewatkan juga demi dia. Demi uang yang bisa ditabung untuk dia, dan demi tidak meninggalkan dia terlalu lama atau malam hari.

Harus membagi anakmu dengan semua orang.
Karena semua orang yang bertemu anakmu pasti akan ingin menyentuh, mengelus, bahkan ada yang mencubit ketika mereka merasa gemas. Kalau sangat mengganggu, bilang pada mereka. Misalnya “Bok, gue aja yang ngelahirin pake kontraksi 12 jam kaga pernah cubit-cubit anak gue”. Kalau yang nyubit lebih tua dari kamu tinggal ganti bok jadi pak/bu, gue jadi saya, dst dst. Intinya, bilang atau tegaskan kalau kita keberatan.
Pernah, waktu baru banget pindah kerumah ini, anak kami masih kecil sekitar 2 bulanan, tiba-tiba nenek-nenek tetangga depan rumah dateng kerumah dan gendong anak kami dan dia bilang “Pinjem yaaa” sambil dibawa kerumahnya.
1. WHO THE FUK ARE YOU?!
2. That is called kidnapping u crazy granny
3. Saking gilanya moment itu, kami sampe diem dulu dan mencerna apa yang baru saja terjadi.
4. Kami tinggal di gang kecil, kampung, everybody knows everybody. Tapi gak gitu juga kali caranya, nek!
Akhirnya, kami datangi rumahnya dan bilang kalo takut anakku pengen nenen jadi kita temenin aja. Dan si nenek tetep keukeuh, gapapa kok, saya juga punya banyak cucu, bla bla bla. I dont care! You are holding my kid, and I want her back!!
Ya akhirnya dikasiin juga sih, dan setelah itu selalu siaga 1 ketika liat si nenek udah mulai mendekat -__-”
So, moms.. Selalu alert ya..

Gak bisa pergi malam.
Karena dia harus tidur dengan menempel pada payudaramu. Atau dia hanya bisa tidur ketika mendengar nyanyian nina bobo mu.

Harus merapikan isi rumah dari barang berbahaya.
Bukan hanya gunting, pisau, korek api, dan barang mengerikan lainnya. Tapi cotton bud, berbagai macam jenis obat-obatan, apalagi yang berbentuk seperti permen (warna-warni), dan cairan-cairan berwarna yang bisa dikira minuman. Singkirkan semuanya.

Mau pipis aja susah.
Waktu anakmu masih bayi, kamu akan lari ke kamar mandi dan melakukan quick-pee. Atau menggendongnya ke kamar mandi untuk menemanimu pipis. Karena kamu terlalu takut dia akan kenapa-kenapa dalam waktu 2 menit saat kamu sedang pipis itu.
Waktu anakmu sudah bisa jalan, dia akan mengikutimu, menggedor-gedor pintu kamar mandi, untuk melihatmu pipis karena dia tidak mau kehilanganmu dari pandangannya walau untuk 2 menit. (Atau, ini hanya terjadi pada anakku saja? *sigh*)
Pup apalagi. Lupakan bawa buku atau BB saat pup, karena dia akan menunggumu di depan kamar mandi sambil berteriak “MAMA..!” (Jangan kira dengan menjawab “Iya sebentar lagi, nak” akan membuat dia berhenti berteriak dan memukul pintu kamar mandi)

Punya common enemy.
Bahkan 2 orang perempuan yang membenci satu sama lain setengah mati, pasti akan luluh dan punya banyak sekali bahan pembicaraan, apabila topiknya adalah: mother-in-law-from-hell. Trust me on this.
Pokok pembicaraannya berkisar: Mertua gue bilang anak gue lebih kurus dari cucu temennya. Mertua gue gak suka gue gak kasi susu formula, karena katanya takut anak gue masih kelaperan dan ASI gue gak cukup. Mertua gue nanya kenapa udah umur setaun anak gue belum bisa jalan juga. Mertua gue nanya kenapa anak gue bisa jatoh dari tempat tidur. And the list goes on and on and on.
Kenapa mertua? Kenapa bukan mertua dan Ibu? Karena dengan Ibu sendiri kita bisa berargumen, bisa membela diri. Tapi dengan mertua, berdoa saja agar suamimu ada dipihakmu.
Tapi, Ibu mertua yang baik itu ada kok, bukan fairy tale. Saya mengalaminya sendiri. Dan sangat bersyukur untuk itu :’)

Tidak akan pernah bisa resign.
Ketika suamimu atau pasanganmu menaruh benihnya yang menempel di sel telurmu, itu seperti kamu yang sedang menandatangani kontrak untuk setuju bekerja di sebuah perusahaan yang syaratnya: harus bisa melakukan apapun, kapanpun, dalam kondisi apapun, tanpa ada uang lembur, THR, jatah cuti, atau gaji sekalipun. Dan tidak ada kata one month notice apalagi resign. Kadang kontraknya untuk satu kali kerja, tapi tiba-tiba bisa bertambah jadi dua atau tiga atau empat atau lebih, tergantung pengaman dan KB apa yang kamu gunakan.
Siapa yang mau menandatangani kontrak seperti itu? Perempuan. Hanya perempuan.

Tapi. Gak ada yang pernah juga bilang kalau
Anakmu akan tau kalau kamu yang menggendongnya, jadi tangisannya akan berhenti seketika, karena ia merasa nyaman dipelukanmu
Anakmu akan tersenyum setiap dia bangun pagi waktu dia melihat wajahmu disampingnya
Anakmu akan mengeluarkan suara paling merdu dikupingmu yaitu “mama” untuk pertama kalinya
Anakmu baunya harum sekali, bahkan waktu berkeringat. Bau manusia baru.
Anakmu akan bisa menjawab “i love you too” ketika kamu blg kamu mencintainya
Anakmu akan membagi makanannya denganmu, walau hanya secuil roti
Anakmu akan punya wajahmu, sifatmu, kebiasaanmu, makanan favorit yg sama denganmu
Anakmu akan membuatmu menjadi manusia baru. Manusia yang berbeda dengan sebelum kamu melahirkan dia ke dunia.
Anakmu akan membentukmu menjadi manusia sempurna. Untuk dia.

20120210-235319.jpg

Advertisements
Standard