Bercinta seperti muda-mudi

Mengapa seks pra-nikah lebih banyak dibicarakan daripada seks pasca-nikah?

Karena (obviously) seks pra-nikah itu lebih seru dan menyenangkan.
Adrenaline rush ketika mencoba berhubungan seksual dan tidak boleh ketauan.
Keinginan yang sangat besar untuk menaklukan seseorang yang baru kita kenal.
Tidak terikat dengan satu orang yang sama untuk seumur hidup.

Dosa?
Apa itu dosa?
Biasanya banyak yang mendadak lupa.

Seks pasca-nikah tidak banyak mengandung unsur berbahaya dan menegangkan. Seks pasca nikah hanya berbahaya dan menegangkan apabila diluar rencana istri jadi “mengandung”.

TIdak ada adrenaline rush. Karena tidak ada yang ditutup-tutupi.
Keinginan untuk berciuman di tempat-tempat umum atau bercinta di belakang mobil sudah tidak ada lagi.
Karena kapanpun kita mau, tempat tidur sudah menunggu.

Bahkan kadang seks adalah sebuah jadwal yang sudah dipersiapkan dan disetujui bersama. Setiap jumat malam atau minggu siang. Mungkin juga dijadikan jadwal mingguan. Dua kali seminggu, atau jangan-jangan dua minggu sekali.

Sepertinya hubungan intim suami dan istri bisa kalah frekuensinya daripada pasangan muda mudi.

Kenapa jadi begini.

Apakah kita sudah terlalu tua?
Apakah kita terlalu lelah dan banyak pikiran?
Apakah ternyata orang itu bukan yang benar-benar kita harapkan?
Apakah sudah terlalu terbeban dengan tanggung jawab sebagai orang tua?
Apakah kita mulai bosan?
Apakah kita terlalu fokus membeli rumah, mobil, dan membahagiakan anak saja?

Kenapa kita tidak bisa begitu mengingini pasangan kita seperti muda-mudi yang bergairah terhadap pacarnya?

Kenapa yang seharusnya diperbolehkan malah menjadi tidak menyenangkan?

Sepertinya masih segar dalam ingatan mereka apa yang membuat mereka jatuh cinta.
Mungkin kita memang harus belajar untuk jatuh cinta lagi seperti para muda mudi.

Luangkanlah waktu untuk berdua. Aku yakin orangtuamu juga akan bahagia jika dititipi cucu.
Pergi ke kedai kopi, mengobrol tanpa jeda untuk melihat alat komunikasi.
Berciuman di bioskop diterangi cahaya film.
Meluangkan sedikit dari tabungan untuk dipakai menginap di hotel berduaan.

Ini juga investasi. Sama pentingnya dengan membeli emas atau obligasi.

Untuk apa rumah, mobil dan semua isi lemari, jika cinta kalian berdua sudah luntur, dan akhirnya hancur?

Mari kita berpura-pura seperti baru mengenal pasangan kita dan menemukan lagi apa yang paling kita cintai dari mereka.

Bagaimana jika kita menjadi seperti muda-mudi dimulai dari hari ini? 🙂

Standard

A-Z kekurangan suami

Mungkin kamu pernah mendengar ini, suami si:

A selingkuh.
B punya pacar lagi di kantor.
C senang “jajan” di luar
D ternyata pengecut, sering “main tangan”.
E tidak mau mendengarkan curhatan istrinya.
F jatuh cinta lagi sama mantannya yang ketemu lewat facebook.
G ramah alias rajin menjamah perempuan lain.
H main judi.
I tidak jujur soal keuangan.
J ketauan sudah punya anak dari perempuan lain.
K terlalu mengekang istri.
L kolektor film biru.
M hobi “keluar di dalem” tanpa minta ijin istri dan akhirnya hamil lagi.
N workaholic tingkat tinggi.
O cuma pengen “dapet” trus langsung tidur, pdhal istrinya belum “dapet” juga.
P merendahkan istri dengan panggilan-panggilan kasar.
Q masih berhubungan (terlalu) baik dengan mantannya.
R lebih senang pegang gadget daripada pegang istri.
S menikah lagi dengan perempuan yang lebih muda.
T tidak memberikan nafkah.
U ternyata sebenernya ga suka perempuan.
V lebih senang berlama-lama di kantor daripada langsung pulang ke rumah.
W gak mau tau urusan anak karena itu urusannya istri.
X sering curhat ke teman dekat (perempuan) tentang masalah rumah tangga.
Y menganggap istrinya seperti pembantu.
Z tampak baik dan bertanggung jawab padahal seorang pembual.

Kalau mau dilanjutkan dari A sampai ke Z lagi dan seterusnya dan seterusnya dan seterusnya, mungkin daftar ini tidak akan pernah berakhir.

Saya yakin kamu pasti pernah dengar salah satu cerita diatas. Dari teman, saudara, tetangga, tabloid atau majalah. Bahkan dari Ibu kita sendiri.

Iya, dari masa ke masa, katanya perempuan memang lebih sering dilecehkan daripada laki-laki.
Istri memang lebih sering menderita daripada suami.

Tapi, tetap banyak saja perempuan yang mau jadi istri, termasuk kita.

Apakah kita gila?

Atau mungkin kita buta?

Iya, mungkin kita buta karena cinta 🙂

Apa yang membuat kita sebagai seorang manusia yang punya otak dan pikiran yang sehat mau menikah dengan seorang laki-laki, padahal dari dulu kita sudah tahu lagu yang terkenal dengan liriknya “Wanita dijajah pria sejak dulu…

Apakah kita memang sudah secara sadar dan pasrah untuk dijajah?
Apakah kita berharap kita jangan sampai kena jajah?
Atau kita percaya bahwa pasangan kita tidak mungkin menjajah kita?

Saya yakin pasti banyak yang jawab pilihan ketiga.

Karena kalau kita tidak percaya bahwa dia akan bisa membahagiakan kita, buat apa kita mau menikah dengannya?
Saya yakin saya dan kamu, cukup pintar dan peka untuk tahu apa dan siapa yang terbaik dalam hidup kita.

Dan mungkin kita harus selalu ingat kalau tidak ada manusia yang sempurna. Itu berarti suami kita dan kita sendiri sebagai istri tidak mungkin tidak pernah berbuat salah.

Belajar memaafkan dan menerima memang berat. Tapi, menurut saya, perempuan memang dirancang untuk selamat dari segala beban kehidupan yang berat.

Kalau tidak, Tuhan pasti akan memberikan sakit bulanan, menyusui dan melahirkan pada laki-laki.

Standard

Maut.

Ini janjiku dan janjinya. Bahwa kami akan selalu bersama. Dunia ini terlalu indah untuk kami arungi sendiri-sendiri. Jadi kami memilih menjalaninya berdua.
Apakah ini janjimu juga?
Dalam suka dan duka.
Miskin dan kaya.
Sakit dan sehat.
Sampai maut memisahkan kita.

Maut.

Empat huruf yang bisa membuatmu terlihat sangat kerdil.
Empat huruf yang tidak bisa kamu cegah datangnya.
Empat huruf yang membuatmu hanya tinggal sebuah nama dan kenangan.
Empat huruf yang bisa membuat bulu kudukmu berdiri.
Empat huruf yang selalu kau bawa dalam doa untuk dihindarkan dari orang-orang tercinta.
Empat huruf yang bisa membuatmu hilang dari muka bumi.
Empat huruf yang mengingatkan kita bahwa tidak ada apapun atau siapapun yang benar-benar menjadi milik kita seutuhnya di dunia ini.
Empat huruf yang akan memisahkanmu dengan dia yang kau cinta.
Ya.
Dia yang menggenggam tanganmu waktu berjanji bahwa kalian akan terus bersama.
Pun tidak akan luput dari maut.
Hanya akan menyisakan daging sebagai makanan belatung dan tulang yang menjadi teman cacing-cacing di dalam tanah.
Yang akan kau miliki selain kenangan adalah batu. Bertuliskan namanya. Yang makin kau lihat-lihat, semakin kau benci. Karena menurutmu dia belum pantas pergi.
Ah teman.
Tapi kita semua akan pergi. Dia yang kau cinta, dan semua yang ada di dunia ini, akan dijemput oleh maut.
Itu sudah pasti. Siapa yang berani menghalangi.

Tapi jangan takut, Dia yang diatas sana sudah menyiapkan sesuatu untukmu: Waktu.

Waktu untukmu mencerna apa yang terjadi.
Waktu untukmu menangisi tragedi.
Waktu untukmu melihat kebelakang, mengenang semua tentang kalian.
Waktu untukmu menangis terharu.
Dan waktu untukmu menyadari, bahwa semua yang ada dalam hidupmu tidak akan berhenti. Yang tidak bergerak hanyalah gundukan tanah dan batu nisan.
Hidupmu, sekelilingmu, orang-orang di belahan dunia lain; semuanya bergerak maju, berjalan bahkan berlari.

Tapi jangan takut, waktu juga yang akan mengajarkan bahwa pada saatnya, kalian akan kembali bersama.
Karena sudah waktunya bagi maut yang memisahkan kalian, untuk mempersatukan kalian lagi.
(Jakarta 23 Oktober 2012)

Standard