Mencintai itu..

Mencintai bukan berarti mengerti semua tentang pasangan kita.

Mencintai berarti menerima semua tentang pasangan kita.

Walau, kadang kita tidak pernah bisa mengerti.

Mencintai bukan berarti tidak berselisih paham dengan pasangan kita.

Mencintai berarti mau berkomunikasi dengan pasangan kita.

Walau, kadang komunikasi dengan nada tinggi dan emosi.

Mencintai bukan berarti berubah menjadi apa yang diinginkan pasangan kita.

Mencintai berarti menjadi diri sendiri yang lebih baik lagi.

Walau, kadang butuh proses yang panjang dan melelahkan.

Mencintai bukan berarti selalu berada dekat dengan pasangan kita.

Mencintai berarti selalu membawanya dalam doa, dimanapun dia berada.

Walau, kadang rasa rindu menggelayuti.

Advertisements
Standard

Waktu yang tidak mau tahu.

Waktu, kamu plin-plan.

Selalu berubah-ubah.

Tidak tetap pendirian.

Tuh kan. Kamu sudah berubah lagi. Bergerak terus tanpa henti.

Hei, stop.

Waktu, kamu kejam.

Selama ini aku selalu menunggumu, kenapa kamu tidak mau menungguku.

Ini tidak adil.

Aku ingin bertemu penciptamu.

Akan aku adukan kelakuanmu yang tidak beradab ini.

Beraninya, kamu.

Membuat rambutku menjadi putih dan ujung mataku berkerut.

Membuat hari yang aku sukai berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi.

Membuat matahari menghilang, pada kegelapan Ia pulang.

Membuat bulan berganti dan tahun yang tidak bisa dihitung dengan jari.

Membuat payudaraku yang dulu kencang, kini ditarik oleh gravitasi.

Kamu, waktu. Hanya kamu yang bisa melakukan semua ini.

Maka dari itu, tunjukkan padaku penciptamu.

Mungkin pada saat itu, kau akan berhenti berputar untukku.

Standard

Ubud

Pernahkah kau mencoba untuk menangkap waktu dan menaruhnya disebuah wadah kedap udara, persis seperti yang kau miliki di dapurmu?

Hari kelima, bulan ketiga, tahun dua ribu tiga belas, jam dua, menit ke duapuluh delapan, detik keduapuluh tujuh.

Ya, tepat.

Waktu angin memaksa pohon dan padi untuk bergerak ke kanan dan ke kiri. Waktu aku duduk dibawah atap jerami. Waktu pisang goreng ini masih mengepul, baru keluar dari penggorengan. Waktu tissue di meja ikut diterbangkan angin. Waktu kurasakan hembusan angin yang sepertinya masuk ke dalam perutku, membuatnya sedikit kembung. Ketika angin mendorong awan bergerak ke kiri. Tukang paksa ternyata angin ini.

Ya, tepat.

Waktu yang itu, ingin aku simpan agar nanti bisa kuambil lagi. Kupandangi dan kuciumi harumnya. Harum pisang goreng dan jerami. Lengkap dengan bau angin yang keluar dari bokongku. Maafkan aku pisang goreng, aku menodai harummu.

Hari kelima, bulan ketiga, tahun dua ribu tiga belas, jam dua, menit ke duapuluh delapan, detik keduapuluh tujuh.

Ya, tepat.

20130305-163841.jpg

20130305-163906.jpg

20130305-164142.jpg

Standard