Ubud

Pernahkah kau mencoba untuk menangkap waktu dan menaruhnya disebuah wadah kedap udara, persis seperti yang kau miliki di dapurmu?

Hari kelima, bulan ketiga, tahun dua ribu tiga belas, jam dua, menit ke duapuluh delapan, detik keduapuluh tujuh.

Ya, tepat.

Waktu angin memaksa pohon dan padi untuk bergerak ke kanan dan ke kiri. Waktu aku duduk dibawah atap jerami. Waktu pisang goreng ini masih mengepul, baru keluar dari penggorengan. Waktu tissue di meja ikut diterbangkan angin. Waktu kurasakan hembusan angin yang sepertinya masuk ke dalam perutku, membuatnya sedikit kembung. Ketika angin mendorong awan bergerak ke kiri. Tukang paksa ternyata angin ini.

Ya, tepat.

Waktu yang itu, ingin aku simpan agar nanti bisa kuambil lagi. Kupandangi dan kuciumi harumnya. Harum pisang goreng dan jerami. Lengkap dengan bau angin yang keluar dari bokongku. Maafkan aku pisang goreng, aku menodai harummu.

Hari kelima, bulan ketiga, tahun dua ribu tiga belas, jam dua, menit ke duapuluh delapan, detik keduapuluh tujuh.

Ya, tepat.

20130305-163841.jpg

20130305-163906.jpg

20130305-164142.jpg

Advertisements
Standard

2 thoughts on “Ubud

  1. Tulisan ini bikin saya makin ngga sabar nunggu bulan Mei buat internship 3 bulan di Ubud (padahal belum pernah kesana dan ga kenal siapa2 :P). Have fun ya Kak 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s